MATERI 4 : PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
A. Pengertian Keterampilan Proses Sains
Keterampilan
proses menurut Rustaman (2003) adalah keterampilan yang melibatkan
keterampilan-keterampilan kognitif atau intelektual, manual dan sosial.
Keterampilan kognitif terlibat karena dengan melakukan keterampilan proses
siswa menggunakan pikirannya. Keterampilan manual jelas terlibat dalam
keterampilan proses karena mereka melibatkan penggunaan alat dan bahan,
pengukuran, penyusunan atau perakitan alat. Keterampilan sosial juga terlibat
dalam keterampilan proses karena mereka berinteraksi dengan sesamanya dalam
melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, misalnya mendiskusikan hasil
pengamatan. Keterampilan proses perlu dikembangkan melalui
pengalaman-pengalaman langsung sebagai pengalaman belajar. Melalui pengalaman
langsung, seseorang dapat labih menghayati proses atau kegiatan yang sedang
dilakukan.
Menurut Dahar
(2012), keterampilan proses sains (KPS) adalah kemampuan siswa untuk menerapkan
metode ilmiah dalam memahami, mengembangkan dan menemukan ilmu pengetahuan. KPS
sangat penting bagi setiap siswa sebagai bekal untuk menggunakan metode ilmiah
dalam mengembangkan sains serta diharapkan memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan
pengetahuan yang telah dimiliki. Keterampilan proses sains (KPS) adalah
perangkat kemampuan kompleks yang biasa digunakan oleh para ilmuwan dalam
melakukan penyelidikan ilmiah ke dalam rangkaian proses pembelajaran.
B. Kelebihan Keterampilan Proses Sains
Menurut
Dimyati (2009), kelebihan KPS adalah:
1. KPS dapat memberikan rangsangan
ilmu pengetahuan, sehingga siswa dapat memahami fakta dan konsep ilmu
pengetahuan dengan baik.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa
bekerja dengan ilmu pengetahuan, tidak sekedar menceritakan atau mendengarkan cerita
tentang ilmu pengetahuan. Hal ini menyebabkan siswa menjadi lebih aktif.
3. KPS membuat siswa menjadi belajar
proses dan produk ilmu pengetahuan sekaligus.
C. Penilaian Keterampilan Proses Sains
Menurut Smith dan Welliver,
pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa
bentuk, diantaranya:
1. Pretes dan postes. Guru
melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah.
Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari
masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir
tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor
siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
2. Diagnostik. Guru melaksanakan penilaian
keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan
untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan
proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang
dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
3. Penempatan kelas. Guru melaksanakan penilaian
keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan
kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau
kelas unggulan.
4. Pemilihan kompetisis siswa. Guru
melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama
dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa
memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan
baik.
5. Bimbingan karir. Biasanya para peneliti
melakukan uji coba menggunakan penilaian keterampilan proses sains untuk
mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dapat dibina.
D. Instrumen Penilaian Keterampilan Proses
Sains
Penilaian keterampilan proses sains dilakukan dengan menggunakan instrumen
yang disesuaikan dengan materi dan tingkat perkembangan siswa atau
tingkatan kelas (Rezba, 1999). Oleh karena itu, penyusunan instrumen penilaian
harus direncanakan secara cermat sebelum digunakan. Menurut Widodo
(2009), penyusunan instrumen untuk penilaian terhadap keterampilan proses siswa
dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasikan jenis keterampilan
proses sains yang akan dinilai.
2. Merumuskan indikator untuk setiap jenis
keterampilan proses sains.
3. Menentukan dengan cara bagaimana
keterampilan proses sains tersebut diukur (misalnya apakah tes unjuk kerja, tes
tulis, ataukah tes lisan).
4. Membuat kisi-kisi instrumen.
5. Mengembangkan instrumen pengukuran
keterampilan proses sains berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. Pada saat ini
perlu mempertimbangkan konteks dalam item tes keterampilan proses sains dan
tingkatan keterampilan proses sains (objek tes)
6. Melakukan validasi instrumen.
7. Melakukan ujicoba terbatas untuk
mendapatkan validitas dan reliabilitas empiris.
8. Perbaikan butir-butir yang belum valid.
9. Terapkan sebagai instrumen penilaian
keterampilan proses sains dalam pembelajaran sains.
Pada langkah-langkah penyusunan instrument di atas, pencarian validitas dan
reabilitas empiris terutama dilakukan untuk penilaian keterampilan proses sains
yang beresiko tinggi. Penilaian yang beresiko tinggi yang dimaksud adalah
penilaian dalam penelitian, penilaian dalam skala besar atau penilaian untuk
tujuan tertentu.
Pengukuran terhadap keterampilan proses siswa, dapat dilakukan dengan
menggunakan instrumen tertulis. Pelaksanaan pengukuran dapat dilakukan secara
tes (paper and pencil test) dan bukan tes. Penilaian melalui
tes dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis (paper and pencil test).
Sedangkan penilaian melalui bukan tes dapat dilakukan dalam bentuk observasi
atau pengamatan. Menurut Bajah (2000), penilaian dalam keterampilan proses agak
sulit dilakukan melalui tes tertulis dibandingkan dengan teknik observasi.
Namun demikian, menggunakan kombinasi kedua teknik penilaian tersebut dapat
meningkatkan akurasi penilaian terhadap keterampilan proses sains.
Penilaian keterampilan proses melalui tes tertulis
Penilaian secara tertulis terhadap keterampilan proses sains dapat
dilakukan dalam bentuk essai dan pilihan ganda . Pertanyaan yang disusun dalam
bentuk pertanyaan konvergen dan pertanyaan divergen. Penilaian dalam
bentuk essai memerlukan jawaban yang berupa pembahasan atau uraian kata-kata.
Jawaban yang dituliskan oleh siswa akan lebih bersifat subjektif, yang berarti
menggambarkan pemahaman yang lebih indiviualistik.
Menurut Arikunto (2009), penilaian dalam bentuk pilihan ganda, lebih
representative mewakili isi dan luas bahan atau materi. Selain itu, dalam
proses pemeriksaan dapat terhindar dari unsur-unsur subjektivitas. Namun
demikian, penggunaan penilaian model ini, cenderung mengungkapkan daya
pengenalan kembali dan banyak memberi peluang tebakan. Hasil yang diperoleh pun
dapat berbeda dengan kondisi siswa yang sesungguhnya.
Smith dan Welliver telah mengembangkan instrumen penilaian untuk
mengukur keterampilan proses sains bagi siswa sekolah dasar dan sekolah
menengah. Instrumen tes tertulis disusun dalam bentuk pertanyaan pilihan ganda.
Untuk menjawab soal ini, siswa terlibat dalam pemecahan masalah dan
mengharuskan menerapkan keterampilan proses yang tepat untuk setiap pertanyaan.
Penilaian keterampilan proses melalui bukan tes
Penilaian melalui keterampilan proses sains melalui bukan tes dapat
dilakukan dalam bentuk observasi atau pengamatan. Pengamatan dalam penilaian
ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Selama proses
kegiatan pembelajaran sains dilaksanakan, guru dapat melakukan penilaian dengan
mengamati perilaku siswa secara langsung dalam menunjukkan kemampuan
keterampilan proses sains yang dimiliki. Selain itu, hasil-hasil pekerjaan
tugas siswa atau produk hasil belajar siswa juga dapat diamati untuk menilai
keterampilan proses siswa secara integrative.\
Menurut Sumiati dan Asra (2008), Arikunto (2009) dan Widyatiningtyas
(2010), penilaian keterampilan proses dengan melalui bukan tes diperlukan
lembar pengamatan yang lebih rinci untuk menilai perilaku yang diharapkan.
Lembar pengamatan ini dapat berupa rubrik, daftar chek atau skala bertingkat.
Menilai siswa dengan menggunakan rubrik, dapat mendeterminasikan kemampuan
siswa berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Rubrik penilaian memuat
kriteria esensial terhadap tugas atau standar keterampilan proses sains
serta level unjuk kerja yang tepat terhadap setiap kriteria.
|
Kriteria
|
Skor
|
|||
|
4
(sangat baik)
|
3
(baik)
|
2
(cukup)
|
1
(kurang)
|
|
|
Tujuan percobaan
|
Mengidentifikasi tujuan dan cirri
khusus
|
Mengidentifikasi tujuan
|
Mengidentifikasi sebagian tujuan
|
Salah mengidentifikasi tujuan
|
|
Alat dan Bahan
|
Melist semua alat dan bahan
|
Melist semua bahan
|
Melist beberapa bahan
|
Salah melist bahan
|
|
Hypotesis
|
Memprediksi dengan benar fakta dan
membuat hipotesis
|
Memprediksi dengan benar fakta
|
Memprediksi dengan beberapa fakta
|
Menebak-nebak
|
|
Prosedur
|
Melist semua tahap dan detail-detail
khusus
|
Melist semua tahap
|
Melist beberapa tahap
|
Salah melist tahap
|
|
Hasil
|
Data direkam, diorganisir, dan
digrafiskan
|
Data direkam, diorganisir
|
Data direkam
|
Hasil salah atau tidak betul
|
|
Simpulan
|
Tampak memahami konsep dan membuat
hipotesis baru untuk aplikasi pada situasi lain.
|
Tampak memahami konsep yang telah
dipelajari
|
Tampak memahami beberapa konsep
|
Tidak ada kesimpulan atau tampak
miskonsepsi
|
Sebuah contoh rubrik penilaian untuk mengukur kegiatan percobaan
laboratorium dapat disajikan, sebagai berikut:
Sebagaimana pada contoh di atas, sebuah rubric memuat dua komponen, yaitu
kriteria dan level unjuk kerja (performance). Pada setiap rubrik
terdiri atas minimal dua criteria dan dua level unjuk kerja. Criteria biasanya
ditempatkan pada kolom paling kiri, sedangkan level unjuk kerja ditempatkan
pada baris paling atas dalam tabel rubrik. Untuk memudahkan dalam
penggunaannya, level unjuk kerja terdiri atas level kuantitatif berupa angka
(1, 2, 3, dan 4) dan level kualitatif.
Dalam rubrik biasanya juga disertai dengan deskriptor. Dekriptor menyatakan
harapan kondisi siswa pada setiap level unjuk kerja untuk setiap criteria. Pada
contoh rubrik, dapat dilihat adanya perbedaan diskriptor antara tujuan kegiatan
yang dirumuskan dengan sangat baik dan tujuan kegiatan yang dirumuskan dengan
baik. Pada descriptor, siswa dapat melihat syarat unjuk kerja untuk mencapai
sebuah level kriteria. Bagi guru, descriptor dapat membantu guru untuk
memberikan penilaian secara konsisten pada hasil kerja siswa.
Dalam implementasinya, penilaian melalui observasi dengan menggunakan
rubrik penilaian memiliki beberapa keunggulan. Ketika rubrik penilaian ini
dikomunikasikan kepada siswa di awal pembelajaran, ekspektasi terhadap
pencapaian level keterampilan proses dapat diidentifikasikan dan dipahami
secara baik oleh siswa. Observasi dapat menghasilkan penilaian yang konsisten
dan obyektif. Selain itu, hasil penilaian dapat menghasilkan umpan balik (feedback) yang
lebih baik. Hasil penilaian dapat menunjukkan level khusus performans siswa selanjutnya
yang harus dicapai oleh siswa. Dalam hal ini, guru dan siswa dapat mengetahui
secara pasti, area kebutuhan siswa yang perlu pengembangan.
Dengan demikian, perihal rencana penilaian yang dilakukan untuk mengukur
keterampilan proses sains dapat dikomunikasikan secara pasti kepada siswa
sebelum pelaksanaan pembelajaran. Siswa sebagai subyek pembelajaran dapat
menentukan target yang harus dicapai selama proses pembelajaran berlangsung.
Penilaian pun dapat mencapai tujuan sebagaimana mestinya.
Waktu dan Subjek Penilaian
Selain perihal instrumen penilaian yang penting dirumuskan sebagai bagian
terintegrasi dari rencana penilaian pembelajaran, waktu dan subyek penilaian
juga harus direncanakan. Pelaksanaan penilaian keterampilan proses sains, dapat
dilakukan di awal pembelajaran sebagai pretes, di akhir pembelajaran sebagai
postes, atau selama pelaksanaan pembelajaran sebagai penilaian proses (on
going assessment). Waktu pelaksanaan penilaian ini bersifat relative, dan
sangat ditentukan oleh aspek keterampilan proses sains yang diukur dan tujuan
penilaian itu sendiri. Jika penilaian dimaksudkan untuk melihat kemajuan
perkembangan keterampilan proses sains yang dicapai siswa selama pembelajaran,
maka penilaian dapat dilakukan dengan cara pretes/postes. Sedangkan penilaian
keterampilan proses yang dimaksudkan untuk mengukur secara langsung
detail-detail pencapaian keterampilan proses sains, maka penilaian dilakukan
selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi atau
rubrik penilaian.
Perihal subyek penilaian dalam keterampilan proses sains juga dapat
disesuaikan dengan tujuan penilaian dilakukan. Pelaksanaan penilaian
keterampilan proses sains dapat dilakukan dalam bentuk tiga arah yaitu
penilaian guru, penilaian sebaya dan penilaian diri. Keterampilan proses sains
umumnya dilakukan penilaiannya oleh guru pengampuh mata pelajaran. Dalam hal
ini, penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus
dilaksanakan oleh guru. Namun, untuk tujuan tertentu penilaian keterampilan proses
sains dapat melibatkan siswa sebagai subyek penilaian.
Penilaian yang melibatkan siswa terhadap siswa lain dapat dilakukan dalam
sebuah kelompok. Selama proses belajar berlansung, siswa bekerja dalam kelompok
untuk sebuah percobaan. Keberadaan siswa dalam kelompok, tentu memiliki peran
tersendiri sehingga masing-masing memberikan konstribusi sebagai tim. Aktivitas
siswa selama bekerja dalam kelompok dan kontribusinya dalam mendukung hasil
kerja dapat dirasakan dan diamati secara persis oleh setiap anggota kelompok.
Dalam situasi ini, penilaian teman sebaya dapat digunakan sebagai data
pembanding yang dapat diekuilibrasikan dengan hasil pengamatan yang dilakukan
oleh guru. penilaian dengan melibatkan teman kelompok, dapat memberikan efek
positif dalam perkembangan sikap ilmiah siswa. Secara korelasional hal ini
diharapkan dapat meningkatkan peran siswa dalam kelompok sehingga berpengaruh
kepada perkembangan keterampilan proses sains siswa.
Sementara itu, penilaian keterampilan proses sains yang melibatkan siswa
dalam menilai dirinya dapat digunakan untuk memberikan bahan refleksi langsung
bagi siswa. Dalam proses ini, siswa akan mengevaluasi kemampuan yang telah
dicapainya, dan secara sportif memberikan pengakuan terhadap diri sendiri.
Proses ini memiliki dampak psikologis yang diharapkan dapat memicu motivasi
intrinsik siswa untuk terus mengembangkan keterampilan proses sains yang telah
dicapai. Namun demikian, penilaian keterampilan proses sains yang melibatkan
siswa hanya dapat dilakukan secara sinergis dan optimal jika instrumen
penilaian disiapkan dengan kriteria yang jelas dan telah ditetapkan guru.
LEMBAR
OBSERVASI KETERLAKSANAAN KETERAMPILAN
PROSES SAINS OLEH SISWA
Nama Sekolah :
SMA Negeri Kota Jambi
Materi :
Kelas / Semester :
Pertemuan ke :
Hari / Tanggal :
Petunjuk :
Berilah tanda checklist (√) pada kolom
nomor siswa sesuai dengan kriteria siswa yang diamati
|
No
|
Sintak Inkuiri Terbimbing
|
Indikator
|
Kriteria
|
Nomor Siswa
|
Komentar/ Catatan
|
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||||
|
1
|
Orientasi
|
Menyimak dan merespon dengan baik apersepsi
dan motivasi yang disampaikan guru
|
Skor 4 jika siswa memperhatikan, mendengarkan, menanggapi
serta termotivasi dengan yang disampaikan oleh guru dengan baik (4 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skor 3 jika
siswa memperhatikan,
mendengarkan, dan menanggapi yang disampaikan guru (3 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa memperhatikan
dan mendengarkan yang disampaikan guru (2 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa hanya mendengarkan yang disampaikan
guru (1 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Terlibat dalam aktivitas pertukaran ide dan diskusi
|
Skor 4 jika siswa aktif dalam aktivitas pertukaran ide
dan diskusi dengan anggota kelompok lain
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Skor 3 jika siswa aktif
dalam aktivitas pertukaran ide dan diskusi dengan anggota kelompoknya sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa
menyampaikan ide yang dimilikinya namun tidak menanggapi ide dari siswa lain
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa hanya
menyampaikan ide yang dimilikinya kepada anggota kelompoknya saja
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Menelaah pertanyaan atau permasalahan dari guru
|
Skor 4 jika siswa menganalisis pertanyaan/permasalahan dan mencari dasar masalah
serta pemecahan yang diberikan guru
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Skor 3 jika
siswa menganalisis pertanyaan/permasalahan dan mencari dasar masalah
namun tidak dengan pemecahannya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa menganalisis pertanyaan/permasalahan yang diberikan
guru
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa hanya mendengarkan pertanyaan/permasalahan yang diberikan
guru
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
2
|
Merumuskan
masalah
|
Siswa aktif
dan antusias untuk bertanya
serta menjawab pertanyaan berantai
dari guru
|
Skor 4 jika siswa
aktif dan antusias bertanya dan menjawab pertanyaan
berantai dari guru
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skor 3 jika
siswa aktif
bertanya saja mengenai pertanyaan berantai dari guru
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa bertanya dan menjawab pertanyaan hanya
jika ditunjuk oleh guru
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa bingung dan hanya mendengarkan guru
menyampaikan pertanyaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Siswa
merumuskan masalah yang dipecahkan
|
Skor 4 jika siswa merumuskan masalah yang dipecahkan
dengan bertanya kepada guru, membaca buku/LKPD dan berdiskusi bersama dengan
anggota kelompoknya (4 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Skor 3 jika
siswa merumuskan
masalah yang dipecahkan dengan bertanya
kepada guru,
membaca buku/ LKPD (3 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa merumuskan masalah yang dipecahkan dengan
membaca buku/LKPD dan berdiskusi dengan anggota kelompoknya (2 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa merumuskan masalah yang dipecahkan hanya
berdasarkan pemikirannya sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
3
|
Merumuskan
Hipotesis
|
Siswa mencari tahu dan berdiskusi kemungkinan jawaban dari permasalahan yang
dirumuskan
|
Skor 4 jika siswa mencari tahu melalui buku dan LKPD
serta berdiskusi kemungkinan jawaban dari permasalahan yang
dirumuskan
dengan baik (3 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skor 3 jika
siswa mencari
tahu kemungkinan jawaban dari permasalahan yang
dirumuskan
melalui LKPD dan
berdiskusi (2 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa hanya mencari tahu kemungkinan jawaban dari permasalahan yang dirumuskan dengan berdiskusi (1 item)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa hanya mencari tahu kemungkinan jawaban dari permasalahan yang dirumuskan berdasarkan
pemikirannya sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Siswa aktif
mengemukakan gagasan yang dimilikinya
|
Skor 4 jika siswa aktif mengemukakan gagasan yang
dimilikinya kepada guru dan anggota kelompok lain
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Skor 3 jika siswa mengemukakan gagasan yang dimilikinya
kepada guru dan anggota kelompoknya sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa mengemukakan gagasan yang dimilikinya
kepada anggota kelompoknya sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa membutuhkan dorongan dari guru untuk
mengemukakan gagasan yang dimilikinya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
4
|
Mengumpulkan Data
|
Siswa melakukan
praktikum guna mengumpulkan informasi/ fakta yang berkaitan dengan
permasalahan
|
Skor 4 jika siswa melakukan praktikum sesuai prosedur dan
didukung dengan teori yang dikumpulkan dari buku dan LKPD
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skor 3 jika siswa melakukan praktikum sesuai dengan
prosedur dan didukung dengan teori yang bersumber dari LKPD saja
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa melakukan praktikum sesuai dengan
prosedur namun belum dilengkapi teori
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa melakukan praktikum namun tidak sesuai
dengan prosedur dan tidak didukung
dengan teori pendukung
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Siswa bekerja
efektif dan efisien selama praktikum dan diskusi kelompok
|
Skor 4 jika siswa menyelesaikan praktikum tepat waktu
serta bekerjasama dengan baik
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Skor 3 jika siswa
menyelesaikan
praktikum tepat waktu namun kerjasama kelompok belum maksimal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa menyelesaikan praktikum tidak tepat
waktu namun bekerjasama dengan baik
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa tidak menyelesaikan praktikum tepat waktu dan
tidak bekerjasama dengan baik
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Siswa mengerjakan
LKPD yang diberikan guru
|
Skor 4 jika siswa tekun mengerjakan LKPD dengan
berdiskusi dan membaca buku
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Skor 3 jika
siswa mengerjakan
LKPD dengan berdiskusi saja
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa mengerjakan LKPD dengan membaca buku
saja
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa mengerjakan LKPD hanya berdasarkan
pemikirannya sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
5
|
Menguji
Hipotesis
|
Siswa menganalisis
kecocokan masalah dan pemecahan masalah yang dipilih sesuai dengan hasil
pengumpulan data pendukung
|
Skor 4 jika siswa dapat mencocokan masalah dan pilihan
pemecahan masalah sesuai dengan hasil praktikum dan teori
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skor 3 jika
siswa dapat
mencocokan masalah dan pilihan pemecahan masalah berdasarkan teori namun hasil praktikum tidak mendukung
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa belum dapat mencocokan masalah dan
pilihan pemecahan masalah dengan baik sesuai hasil praktikum dan teori
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa tidak dapat mencocokan masalah dan pilihan
pemecahan masalah sesuai dengan hasil praktikum dan teori
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Siswa
membandingkan hasil praktikum, jawaban sementara LKPD dan data prndukung yang
dikumpulkan
|
Skor 4 jika siswa dapat membandingkan hasil praktikum, jawaban sementara
LKPD dan data yang dikumpulkan dengan tepat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
Skor 3 jika
siswa dapat
membandingkan hasil praktikum, jawaban sementara LKPD namun data yang dikumpulkan belum tepat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa dapat membandingkan hasil praktikum dan
jawaban LKPD saja
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa bingung dalam membandingkan hasil
praktikum, jawaban LKPD dan data yang dikumpulkan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
6
|
Merumuskan
kesimpulan
|
Siswa mempresentasikan
hasil praktikum dan pemecahan masalah serta kaitannya dengan konsep indikator
asam dan basa
|
Skor 4 jika siswa dapat mem1`1presentasikan kesimpulan sesuai dengan
indikator pencapaian secara singkat, tepat dan sistematis
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skor 3 jika
siswa dapat
mempresentasikan kesimpulan sesuai dengan indikator pencapaian secara singkat, tepat namun belum sistematis
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa dapat mempresentasikan kesimpulan
sesuai dengan indikator pencapaian namun belum tepat dan belum sistematis
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa
mempresentasikan kesimpulan tidak sesuai dengan indikator pencapaian serta
tidak sistematis
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
|
|
Siswa menyimpulkan sendiri hasil praktikum
dan hasil diskusi
|
Skor 4 jika siswa menyampaikan pengalaman selama
menyelesaikan praktikum dengan tegas, membuat kesimpulan sendiri dan
memberikan saran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Skor 3 jika
siswa menyampaikan
pengalaman selama menyelesaikan praktikum dengan tegas namun tidak memberikan
saran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 2 jika siswa menyampaikan
kesimpulan yang dibuatnya sendiri
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
Skor 1 jika siswa tidak menyampaikan pengalaman selama
menyelesaikan praktikum dan tidak menyimpulkan hasil pembelajaran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
1. Menurut Arikunto, penilaian dalam bentuk pilihan ganda, lebih representative mewakili isi dan luas bahan atau materi. Selain itu, dalam proses pemeriksaan dapat terhindar dari unsur-unsur subjektivitas. Namun demikian, penggunaan penilaian model ini, cenderung mengungkapkan daya pengenalan kembali dan banyak memberi peluang tebakan. Hasil yang diperoleh pun dapat berbeda dengan kondisi siswa yang sesungguhnya. Bagaimana cara Anda sebagai research to be mengatasi peluang tebakan dari soal pilhan ganda yang diberikan untuk menilai proses keterampilan proses sains siswa dengan menggunakan tes?
2. Keterampilan proses sains adalah menilai proses dari yang dilakukan siswa saat praktikum. apakah anda setuju dengan pernyataan ini? bagaimana tanggapan anda? apakah dengan penilaian tes soal pilihan ganda atau essay tidak akan terlihat keterampilan proses sains siswa?
3. Menurut Anda, mnggunakan rubrik atau instrumen penilaian yang seperti apakah keterampilan proses sains bisa dinilai secara keseluruhan? berikan penjelasan anda
menanggapi permasalahan tentang bagaimana cara Anda sebagai research to be mengatasi peluang tebakan dari soal pilhan ganda yang diberikan untuk menilai proses keterampilan proses sains siswa dengan menggunakan tes?
ReplyDeletecara yang dapat kita lakukan adalah dengan meminta siswa untuk menuliskan data dan alasan yang tepat sesuai dengan pilihan jawabannya. Hal ini diperkuat oleh pola argumentasi Toulmin (PAT)
sependapat dengan kak nelly, salah satu caranya dengan menuliskan alasan singkat dalam menjawab pertanyaaan nya. selain itu bisa dengan membuat pilihan jawaban semirip mungkin dan pilihan jawaban seteliti mungkin. sehingga tidak bisa ditebak
Delete3. Menurut Anda, mnggunakan rubrik atau instrumen penilaian yang seperti apakah keterampilan proses sains bisa dinilai secara keseluruhan? berikan penjelasan anda
ReplyDeletelembar polio/LKPD, karena dengan menggunakan instrumen tersebut bakal ketahuan pemahamana mereka terkait dengan pengetahuan sebelum dan sesudh dilakukan perlakuan
Menambah sedikit, menurut saya bisa juga dengan menggunakan instrumen lembar observasi ataupun instrumen tes
DeleteKeterampilan proses sains adalah menilai proses dari yang dilakukan siswa saat praktikum. apakah anda setuju dengan pernyataan ini? bagaimana tanggapan anda? apakah dengan penilaian tes soal pilihan ganda atau essay tidak akan terlihat keterampilan proses sains siswa?
ReplyDeletemenurut saya keterampilan proses sains bisa dinilai dari penilaian tes soal baik uraian maupun pilgan. namun, sebelumnya siswa harus terlebih dahulu melakukan eksperimen sehingga saat menjawab soal siswa bisa memprediksi bagaimana menjawab soal tsb
Setuju dengan kk rina. Bahwa keterampilan proses sains ini tidak hanya melalui praktikum melalui diskusi kelompok juga bisa dan saat soal tes essay juga bisa. Diskusi kelompok dengan mencari jawaban atas masalah yg di kasih oleh guru. Sudah memunculkan keterampilan proses siswa itu sendiri. Jadi tidak harus melalui praktikum
Deletesaya setuju dengan rina dan dian bahwa untuk menilai proses keterampilan proses sains tidak hanya pada saat pratikum saja, karena dengan cara lain seperti diskusi siswa dapat memunculkan indikator-indikator dalam penilaian proses sains siswa.
Delete3. Menurut Anda, mnggunakan rubrik atau instrumen penilaian yang seperti apakah keterampilan proses sains bisa dinilai secara keseluruhan? berikan penjelasan anda?
ReplyDeleteMenurut saya menggunakan lembar observasi bisa menilai KPS diseluruh aspek, namun instrumen tes pun bisa juga untuk menggambarkan kemampuan siswa, dan tergantung ingin sedetail apa guru / peneliti ingin menilai
menjawab pertanyaan melda, Keterampilan proses sains adalah menilai proses dari yang dilakukan siswa saat praktikum. apakah anda setuju dengan pernyataan ini? bagaimana tanggapan anda? apakah dengan penilaian tes soal pilihan ganda atau essay tidak akan terlihat keterampilan proses sains siswa?
ReplyDeletesaya sependapat dengan pernyataan bahwa proses menilai KPS adalah menilai proses dari yang dilakukan siswa saat praktikum. karena pada saat praktikum keseluruhan aspek/indikator yang dimiliki KPS kemungkinan munculnya 90%, sehingga akan menjadi satu kesatuan utuh penilaian KPS. jika melalui pembelajaran biasa/model pembelajaran yang tidak berbasis praktikum, maka kemungkinan tiap aspek/indikator dari KPS tidak muncul akan semakin besar. maka dari itu sebaiknya untuk menilai KPS guru menggunakan model pembelajaran berbasis praktikum.
saya sependapat dengan kak rini mengenai pertanyaan Keterampilan proses sains adalah menilai proses dari yang dilakukan siswa saat praktikum. apakah anda setuju dengan pernyataan ini? bagaimana tanggapan anda? saya juga sependapat dengan pernyataan ini tyang mana bahwa proses menilai KPS adalah menilai proses dari yang dilakukan siswa saat praktikum. pada saat praktikum keseluruhan aspek/indikator yang dimiliki KPS berpotensi kemungkinan munculnya sangat besar sehingga akan menjadi satu kesatuan utuh dalam penilaian KPS tersebut.
DeleteKeterampilan proses sains adalah menilai proses dari yang dilakukan siswa saat praktikum. apakah anda setuju dengan pernyataan ini?
ReplyDeletetidak.
bagaimana tanggapan anda?
kps tidak harus berkenaan dengan prktikum, banyak aspek yg lain yang dapat dinilai berkenaan dengan KPS
apakah dengan penilaian tes soal pilihan ganda atau essay tidak akan terlihat keterampilan proses sains siswa?
tes esai dapat menggambarkan KPS jika pertanyaan mengarah kepada pertanyaan yang terbuka tidak tertutup.
cara yang dapat kita lakukan adalah dengan meminta siswa untuk menuliskan data dan alasan yang tepat sesuai dengan pilihan jawabannya. Hal ini diperkuat oleh pola argumentasi Toulmin (PAT),
ReplyDelete