MATERI 6 : PENYUSUNAN RUBRIK PENILAIAN ARGUMENTASI DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

Penyusunan Rubrik Penilaian Argumentasi dalam Pembelajaran Kimia


Definisi Argumentasi
Pengertian Argumentasi Adalah sebuah ilmu dari hasil pemikiran yang cermat. Argumentasi mencoba membuat orang mau menerima suatu penilaian bahkan kadang-kadang untuk bertindak atas dasar penilaian tersebut. Menurut Depdiknas, Argumentasi adalah pemberian alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan

Argumentasi adalah pendapat seseorang tentang pemikirannya yang melalui fakta yang mampu untuk mempengaruhi, penggunaan fakta ini untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran atas pemikirannya. Menurut Nursisto menyatakan bahwa argumentasi adalah karangan yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Karangan argumentasi pasti memuat argumen, yaitu bukti dan alasan yang dapat meyakinkan orang lain bahwa pendapat yang disampaikan benar.

Ciri - ciri Argumentasi

  1. Terdapat pernyataan atas suatu pendapat.
  2. Menyertakan alasan untuk meyakinkan orang lain mengenai pendapat yang disampaikan.
  3. Mengandung bukti kebenaran berupa data dan fakta pendukung yang relevan.
  4. Analisis yang dilakukan berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.
 Komponen argumentasi Toulmin merupakan struktur dasar argumentasi yang mampu meningkatkan kemampuan argumentasi siswa secara lisan dan tertulis.Pengertian dari masing–masing komponen argumentasi Toulmin telah disesuaikan oleh McNeill & Krajcik dengan kemampuan siswa dan menghasilkan 4 komponen argumentasi, yaitu: claim, evidence, reasoning, dan rebuttal.
Menurut Jonassen argumentasi cukup esensial dalam mempelajari cara untuk mengatasi sebagian besar jenis masalah, maupun sebagai sebuah metode yang kuat untuk menilai kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Baik untuk masalah yang tidak terstruktur maupun untuk masalah yang terstruktur dengan baik. Cross, Hendricks, dan Hickey menegaskan bahwa belajar argumentasi dapat memperkokoh pemahaman konsep, memungkinkan siswa mendapatkan ide-ide baru yang dapat memperluas pengetahuan, dan menghilangkan miskonsepsi yang dialami siswa. Dengan demikian argumentasi dapat memperoleh landasan yang kuat dalam memahami suatu konsep secara utuh dan benar.
1. Claim
Claim adalah sebuah jawaban untuk sebuah pertanyaan atau sebuah masalah atau untuk mengidentifikasi sebuah argumen, kritik terhadap sebuah argumen, dan pemahaman konseptual. Claim juga bisa diartikan sebagai pernyataan tentang apa yang telah di pahami atau kesimpulan yang telah di capai dari penyelidikan atau teks yang telah di baca. Claim akan didukung oleh sebuah data.
2. Evidence
Evidence adalah sebuah data pendukung atau informasi yang mendukung sebuah claim yang berasal dari sumber yang dapat diamati dengan cara sama oleh siapa saja dan fitur diamati secara konstan. Data harus sesuai dan cukup untuk mendukung claim tersebut. Semakin banyak data yang diberikan maka semakin kuat claim yang di ajukan. Data bisa diperoleh dari penyelidikan atau sumber lain termasuk pengamatan, informasi yang ditemukan dalam teks, data yang diarsipkan, dan informasi dari seorang ahli.
3. Reasoning
Reasoning adalah penjelasan tentang bagaimana bukti mendukung claim tersebut dan mengajak atau menyakinkan orang lain bahwa bukti yang digunakan dapat mendukung claim tersebut. Menurut Meri dan Amy reasoning adalah pembenaran yang menghubungkan klaim dan bukti dan mencakup prinsip-prinsip yang sesuai dan memadai untuk membela klaim dan bukti. Setiap bukti mungkin memiliki pembenaran yang berbeda untuk alasan mengapa data tersebut dapat mendukung.
4. Rebuttal
Rebuttal adalah menggambarkan penjelasan alternatif atau menyediakan bukti kontra. Dan penalaran mengapa alternatif tersebut tidak tepat. Rebuttal juga dapat diartikan sebagai bukti yang meniadakan atau tidak setuju dengan sanggahan tersebut.

Argumentasi Ilmiah
a. Pengertian dan Komponen Argumentasi Ilmiah
Pendapat atau opini adalah sebuah pendapat, pandangan, atau pernyataan yang tidak meyakinkan, karena tidak didukung dengan bukti dan alasan yang kuat (Damer, 2008).Opini bukanlah sebuah argumen, karena argument adalah opini yang ditambah atau didukung dengan bukti dan alasan yang memperkuat opini tersebut (Crusius, 1950). 
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Keraf (2007), bahwa dasar tulisan yang bersifat argumentatif adalah berpikir kritis dan logis, yaitu pemikirannya didasarkan pada fakta-fakta atau bukti-bukti yang ada, sehingga seseorang mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal benar atau tidak. Berdasarkan penjelasan tersebut, argumentasi ilmiah dapat diartikan sebagai sebuah pernyataan yang didukung oleh beberapa bukti yang diukur atau diamati dan menghubungkan itu semua secara bersama-sama dengan fakta ilmu pengetahuan (alasan ilmiah).
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa pendapat bukanlah sebuah argumen karena pendapat tidak memiliki tiga komponen penting, yaitu klaim, bukti, dan alasan/penalaran. Sedangkan, argumentasi ilmiah memiliki tiga komponen penting tersebut yang mana klaim didukung oleh bukti-bukti, dan dipahami melalui fakta-fakta ilmiah (alasan/penalaran). Ketiga komponen argumentasi ilmiah ini dijelaskan sebagai berikut
1) Klaim: pernyataan tentang fenomena atau kejadian.
2) Bukti: fakta dari pengukuran dan pengamatan, yang dikumpulkan selama investigasi, yang mendukung klaim.
3) Alasan ilmiah: fakta ilmiah atau pengetahuan yang menjelaskan hubungan antara bukti dan klaim.

Sedangkan menurut Toulmin (2003), argumentasi terdiri dari unsur-unsur berikut:
a) Klaim, merupakan pernyataan yang disajikan dalam menanggapi sebuah masalah,
 b) Data, meliputi bukti atau dukungan pada saat klaim dibuat,
 c) Warrant/jaminan, yang mendukung hubungan antara klaim dan data,
d) Backing/dukungan, dikenal sebagai pendukung dari warrant
e) Qualifier, yang merupakan istilah yang menunjukkan sifat kemungkinan klaim, dan
f) Reservation, mengacu pada kondisi dimana warrant tidak akan bertahan dan tidak dapat mendukung klaim. Unsur-unsur ini merupakan dasar dari tulisan argumentatif dan kerangka untuk menulis esai argumentatif.
Salah satu penilaian argumentasi bisa dengan  menggunakan LKPD. Salah satunya yaitu LKPD berbasis kemampuan argumentasi-SWH memiliki bentuk format semi-struktur yang mengarahkan penulisan argumen siswa untuk melaporkan hasil pemikiran siswa dengan cara berdiskusi dan investigasi kelompok dengan menggunakan komponen pertanyaan (questions), pengujian (test), pengamatan (observation), kesimpulan (conlusion),bukti (evidence), dan refleksi (reflection). Prosedur atau langkah-langkah LKPD ini lebih menekankan pada kerja praktek yang melibatkan kegiatan dalam proses berpikir melalui serangkaian wacana ilmiah seperti diskusi, argumentasi, negosiasi dan bereksperimen, sehingga siswa diajak untuk turut berperan langsung dalam kegiatan sains. Sejalan dengan pernyataan Semi (2007), bahwa belajar dengan menggunakan LKPD memberikan manfaat agar siswa terbiasa untuk berpikir kritis, logis, sistematis serta siswa dituntut menjadi lebih aktif.

Pemberian Skor
Argumentasi-SWH
Pertanyaan
Skor 1
Skor 2
Skor 3
pertanyaan (questions)
Jika ada beberapa larutan yang diketahui larutan A jika di uji dengan indikator pp berwarna merah jingga, sedangkan larutan B jika diuji dengan kertas lakmus merah berubah menjadi warna biru, dan larutan C yang diuji dengan bromtimol biru menghasilkan warna biru. Menurut kamu bagaimanakah sifat asam-basa dari senyawa tersebut?
Jika siswa tidak mampu menentukan semua sifat asam-basa larutan A, B, C dengan tepat
Jika siswa mampu menentukan hanya 1 atau 2 sifat-asam-basa dari larutan A, B, C  dengan tepat
Jika siswa mampu menentukan sifat asam-basa dengan tepat secara keseluruhan
bukti (evidence)
Dari pertanyaan 1 berikanlah teori pendukung yang membenarkan jawaban bahwa sifat-asam basa Larutan A, B, C yang kamu  tersebut benar!
Jika siswa mampu menjawab namun belum  memberikan teori pendukung masing-masing jawaban sifat asam-basa larutan A, B, C dengan tepat
Jika siswa mampu menjawab  1 atau 2 teori pendukung  saja dari jawaban sifat asam-basa larutan A, B, C dengan tepat
Jika siswa mampu menjawab teori pedukung jawban dari sifat asam-basa larutan A, B, C dengan tepat secara keseluruhan
pengujian (test),
Lakukanlah percobaan pada masing-masing larutan A, B, C  tersebut dengan menggunakan semua indikator yang dapat mengidentifikasi asam basa secara singkat yaitu menggunakan indikator buatan, kertas lakmus dan pH meter. Apakah masih sama sifat asam-basa larutan tersebut ? diskusikan dengan teman kelompokmu jika terjadi perbedaan hasil dari  jawaban yang pertama.
Jika siswa melakukan percobaan dengan baik namun semua hasilnya  berbeda dari analisis soal nomor 1
Jika siswa melakukan percobaan dengan benar sesuai hasil dengan jawaban nomor 1 dan ada beberapa perbedaan
Jika siswa melakukan percobaan dengan benar dan sesuai dengan hasil analisa soal nomor 1  dan tidak ada perbedaan
pengamatan (observation)
Dari percobaan di atas yang telah kamu lakukan, coba ulangi sebanyak 3 kali, apakah kecenderungan sifat yang diperoleh dari masing-masing larutan? Apakah ada terjadi perubahan sifat setelah beberapa kali pengulangan?
Jika siswa melakukan  pengulangan percobaan dengan baik namun semua hasilnya  berbeda d
Jika siswa melakukan pengulangan dengan benar sesuai hasil namun ada beberapa perubahan dari pengulangan percobaan
Jika siswa melakukan pengulangan dengan benar dan sesuai dengan hasil, tidak ada perubahan dengan beberapa kali pengulangan
kesimpulan (conlusion)
Tuliskan kesimpulan mengenai percobaan yang telah kamu lakukan dan hubungkan dengan analisis yang kamu lakukan di jawaban soal 1
Jika siswa hanya menjawab hasil akhir dari keseluruhan jawaban yang benar mengenai sifat asam-basa tanpa analisis awal dan membahas hasil percobaan
Jika siswa hanya menjawab hasil akhir jawaban yang benar mengenai sifat asam-basa dan  analisis awal atau membahas hasil percobaan
Jika siswa menjawab hasil analisis awal, dikaitkan dengan hasil percobaan dan menarik kesimpulan dengan benar larutan A, B, C bersifat asam- atau basa
refleksi (reflection).
Bandingkan pendapat dengan kelompok lain. Ungkapkan ide-ide dari hasil percobaan yang telah kamu lakukan!
Jika siswa hanya mampu membedakaan pendapat dengan kelompok lain
Jika siswa mampu membedakan pendapat kelompoknya atau menarik intisari perbedaan dan persamaan pendapat + ide-ide yang diperoleh dari hasil percobaan
Jika siswa mampu membedakan pendapat kelompoknya dan menarik intisari perbedaan dan persamaan pendapat + ide-ide yang diperoleh dari hasil percobaan

Penentuan penilaian dan kriteria argumentasi-SWH dilakukan dengan cara menghitung rata-rata skor kemampuan argumentasi-SWH dengan menggunakan rumus (Gunawan, 2013)




Permasalahan :
       1.                 Menurut Jonassen argumentasi cukup esensial dalam mempelajari cara untuk mengatasi sebagian besar jenis masalah, maupun sebagai sebuah metode yang kuat untuk menilai kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Apakah penilaian argumentasi mampu mengatasi sebagian besar jenis masalah dalam pembelajaran kimia? Jika iya berikan contohnya?
        2.             Penilaian argumentasi sangat banyak komponen berdeda dari berbagai macam pendapat ahli, bagaimanakah cara kita bisa menentukan komponen mana yang kita butuhkan? Berikan contohnya! Lalu jika kita menggunakan salah satu pendapat ahli, lalu apa saja poin atau komponen utama dari penilaian argumentasi ?


Comments

  1. saya akan mencoba menjawab pertanyaan melda yakni Apakah penilaian argumentasi mampu mengatasi sebagian besar jenis masalah dalam pembelajaran kimia? Jika iya berikan contohnya?

    menurt saya iya, argumentasi itu bukan hanya sekedar menyampaikan pendapat, namun lebih kepada memberikan pandangan yang relevan dan logis yang dapat mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut memiliki pandangan yang sama dengan kita yang didukung dengan bukti (fakta/data/fenomena), teori pendukung dan alasan yang kuat dan logis.
    contohnya masalah yang bersifat kontekstual (berkaitan dengan lingkungan sekitar dan aktivitas sehari-hari) misalnya pada materi asam basa, yang melda susun (rubrik). pada penilaian argumentasi masalah yang muncul ditelaah untuk didapatkan asumsi kuat sebagai fondasi , nah asumsi tsb adalah claim, fondasi akan kuat jika didukung dengan evidence berupa fakta/data/fenomena/teori pendukung yang relevan, lengkap dan komprehensif. evidence ini lah yang nntinya digunakan untuk membenarkan alasan serta klaim yang telah dibuat sebelumnya sehingga jika ada sanggahan yang bersifat positif maupun negatif akan mudah untuk ditepis (dijawab kembali) . disinilah dinilai argumentasi yang dihasilkan itu kuat dan tak trbantahkan atau tidak sehingga dapat dilihat keberterimaannya oleh orang lain argumen yang dibuat tadi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sependapat dengan kk rini bahwasannya argumentasi itu bukan hanya sekedar menyampaikan pendapat, namun lebih kepada memberikan pandangan yang relevan dan logis yang dapat mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut memiliki pandangan yang sama dengan kita yang didukung dengan bukti karena dalam argumentasi terdapat claim, evidence dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan dan muncul pada fase untuk mengawali pembelajaran. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan.Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan

      Delete
    2. saya juga sependapat dengan kak rini dan fero bahwa argumentasi itu bukan hanya sekedar menyampaikan pendapat, namun lebih kepada memberikan pandangan yang relevan dan logis yang dapat mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut memiliki pandangan yang sama dengan kita yang didukung dengan bukti (fakta/data/fenomena), teori pendukung dan alasan yang kuat dan logis. karena argumentasi ini dapat memperkuat pendapat.

      Delete
    3. sependapat dengan kak rini dan kak fero bahwa penilaian argumentasi mampu mengatasi sebagian besar jenis masalah dalam pembelajaran kimia karna argumentasi itu bukan hanya sekedar menyampaikan pendapat, namun lebih kepada memberikan pandangan yang relevan dan logis yang dapat mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut memiliki pandangan yang sama dengan kita yang didukung dengan bukti (fakta/data/fenomena), teori pendukung dan alasan yang kuat dan logis.

      Delete
  2. Menurut Jonassen argumentasi cukup esensial dalam mempelajari cara untuk mengatasi sebagian besar jenis masalah, maupun sebagai sebuah metode yang kuat untuk menilai kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Apakah penilaian argumentasi mampu mengatasi sebagian besar jenis masalah dalam pembelajaran kimia? Jika iya berikan contohnya?
    menurut saya iya, karena ketika siswa dapt memberikan argumentasinya terhadap permasalahan maka anak tersebut sudah memahami materi beserta dengan contoh-contohnya di dalam kehidupan sehari-hari contohnya materi asam basa, larutan elektrolid dan koloid.
    Argumentasi ilmiah adalah sebuah pernyataan yang didukung oleh beberapa bukti atau fakta yang diukur atau diamati dari kegiatan penyelidikan dan menghubungkan itu semua secara bersama-sama dengan fakta ilmu pengetahuan. Dasar tulisan yang bersifat argumentatif ini adalah berpikir kritis dan logis, sehingga pemikirannya didasarkan pada fakta-fakta atau bukti-bukti yang ada (Keraf, 2007). Oleh karena itu melalui argumentasi, peserta didik dapat berusaha menunjukkan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga mereka mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu klaim benar atau tidak.

    ReplyDelete
  3. Hal khusus yang terkait dengan tingkat kestrukturan dari masalah, jonassen mengemukakan adanya beberapa hal yang mempengaruhi. Semakin tinggi tingkat intransparency dari suatu masalah artinya semakin tidak tahu kita akn masalah itu. Jadi kemampuan argumentasi ini akan muncul jika dengan jenis masalah yang tingkat intransparency nya makin tinggi. Contohnya jenis masalah soal cerita. Dimana nntinya siswa memberikan analogi atas jawaban yg sudah dibuat. Kemudian pengambilan keputusan, dan jenis masalah penyelesaian masalah.

    ReplyDelete
  4. Penilaian argumentasi sangat banyak komponen berdeda dari berbagai macam pendapat ahli, bagaimanakah cara kita bisa menentukan komponen mana yang kita butuhkan? Berikan contohnya! Lalu jika kita menggunakan salah satu pendapat ahli, lalu apa saja poin atau komponen utama dari penilaian argumentasi ?
    .
    Menurut Standford, dkk (2016) berjudul Analysis of Instructor Facilitation Strategies and Their Influences on Student Argumentation: A Case Study of a Process Oriented Guided Inquiry Learning Physical Chemistry Classroom yang menjelaskan bahwa Menurut model argumentasi Toulmin, argumen terdiri dari serangkaian pernyataan dengan masing-masing memainkan peran yang berbeda dalam struktur argumen. Proses ini pada dasarnya adalah apa yang dilakukan para ilmuwan dalam membangun argumen untuk menghubungkan bukti (data) dengan klaim yang mereka capai melalui penggunaan waran dan dukungan. Inti dari argumen terdiri dari klaim, data, dan alasan. Tiga komponen tambahan argumen menambah kecanggihan argumen. Analisis Toulmin terutama digunakan dalam memeriksa proses diskusi dan argumentasi, terutama di ruang kelas yang menekankan pada kelompok kooperatif dan kolaboratif kerja. Model Toulmin digunakan sebagai kerangka kerja analitis karena memberikan pendekatan terstruktur untuk mengkode kehadiran argumen, mengidentifikasi peserta dalam argumen, serta kontribusi mereka terhadap argumen.

    ReplyDelete
  5. Penilaian argumentasi sangat banyak komponen berdeda dari berbagai macam pendapat ahli, bagaimanakah cara kita bisa menentukan komponen mana yang kita butuhkan? Berikan contohnya! Lalu jika kita menggunakan salah satu pendapat ahli, lalu apa saja poin atau komponen utama dari penilaian argumentasi ?
    menurut saya dalam menentukan komponen mana yang kita butuhkan haruslah dilihat dari karakteristik siswanya. jika siswa kita baru dikenalkan dengan kemampuan argumentasi sebaiknya menggunakan kemampuan argumentasi yang 3 saja (claim, evidence, reasoning). dan kalau siswa sudah mampu berargumentasi bisa kita pilih 6 aspek argumentasinya (claim,evidence,warrant,backing,qulifier,rebuttal) dan yang menurut saya komponen utamanya itu adalah claim, evidence, dan reasoning.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sependapat dengan rina bahwa dalam menentukan komponen mana yang kita butuhkan haruslah dilihat dari karakteristik siswanya. jika siswa kita baru dikenalkan dengan kemampuan argumentasi sebaiknya menggunakan kemampuan argumentasi yang 3 saja (claim, evidence, reasoning). dan kalau siswa sudah mampu berargumentasi bisa kita pilih 6 aspek argumentasinya (claim,evidence,warrant,backing,qulifier,rebuttal) dan yang menurut saya komponen utamanya itu adalah claim, evidence, dan reasoning. namun perlu diperhatikan bahwa untuk level sekolah menengah atas cukup menggunakan clain, evidence dan reasoning.

      Delete
  6. saya akan mencoba menjawab pertanyaan melda yakni Apakah penilaian argumentasi mampu mengatasi sebagian besar jenis masalah dalam pembelajaran kimia? Jika iya berikan contohnya?

    Iya karena agar siswa terampil dalam menuliskan gagasan, ide, pikiran, dan pendapatnya disertai dengan fakta-fakta sebagai bukti pendukung sehingga gagasan atau pendapatnya dapat diterima serta dapat mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut memiliki pandangan yang sama dengan kita yang didukung dengan bukti.

    Contohnya dengan materi materi yang berbasis kontekstual.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah penilaian argumentasi mampu mengatasi sebagian besar jenis masalah dalam pembelajaran kimia? 

      Kemampuan argumentasi, dapat dijadikan salah satu alternatif dalam menyelesaikan permaslahan dalam pembelajaran kimia,
      Pemilihan metode yg tepat dapat membuat siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran.

      Delete
    2. kemampuan berargumentasi melibatkan kemampuan mengemukakan suatu alasan (kritis) disertai dengan data dan dukungan teori yang memadai dari suatu masalah (logis). 
      contohnya, materi asam basa,larutan elektrolit non elektrolit, koloid, sifat koligatif (dalam berberapa sub materi), laju reaksi, termokimia dan lain sebagainya.

      Delete
  7. Menanggapi permasalahan tentang apakah penilaian argumentasi mampu mengatasi sebagian besar jenis masalah dalam pembelajaran kimia? Jika iya berikan contohnya? Menurut saya dengan Kemampuan berargumentasi dapat menyelesaikan permasalaahn dalam kimia karena kemampuan berargumentasi melibatkan kemampuan mengemukakan suatu alasan (kritis) disertai dengan data dan dukungan teori yang memadai dari suatu masalah (logis). Kemampuan argumentasi diperlukan kemampuan berpikir dalam menganalisis bukti dan teori yang diberikan sehingga argumen yang di ajukan dapat di terima orang lain sebagai suatu kebenaran sesuai dengan materi-materi yang ada dalam pembelajaran kimia. Contohnya masalah pada materi yang bersifat kontekstual (berkaitan dengan lingkungan sekitar dan aktivitas sehari-hari). Dari sisni siswa dapat dengan lancar mengemukakan pendapatnya karena masalah-masalah tersebut dekat dengan kehidupannya.

    ReplyDelete
  8. Menanggapi permasalahan tentang apakah penilaian argumentasi mampu mengatasi sebagian besar jenis masalah dalam pembelajaran kimia? Jika iya berikan contohnya? kemampuan argumentasi bisa menjadi salah satu solusi menjawab masalah dalam pembelajaran. penggunaan model yang tepat akanmampu menjadikan pembelajaran yang bisa memancing siswa untuk mengasah kemampuannya dalam membaca apa yang ada, menhubungkan dengan teori dan menyampaikan dengan yang lain dan dapat diterima oelh yang lain.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MATERI 7 : RUBRIK PENILAIAN KREATIVITAS (BERPIKIR KREATIF)

MATERI 5 : RUBRIK PENILAIAN ASPEK AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR