MATERI 1 : DESAIN PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
DESIGNING AUTHENTIC ASSESSMENT IN CHEMISTRY EDUCATION
Penilaian
autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara
signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuan. Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian,
pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dari
asli, nyata, valid, atau reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih
bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar
sekali pun. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan
prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan
konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi
luar sekolah.
Salah satu penekanan di dalam kurikulum 2013 adalah penilaian autentik.
Seperti yang kita ketahui penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data
yang memberikan gambaran mengenai perkembangan siswa setelah siswa mengalami
proses pembelajaran. Penilaian autentik adalah kegiatan menilai peserta didik
yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil
dengan berbagai instrumen penilaian yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi
yang ada di Standar Kompetensi (SK) atau Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi
Dasar (KD).
Berikut adalah ciri-ciri penilaian autentik:
a. Mengukur semua
aspek pembelajaran, yakni kinerja dan hasil atau produk.
b. Dilaksanakan selama
dan sesudah proses pembelajaran berlangsung.
c. Menggunakan
berbagai cara dan sumber.
d. Tes hanya salah satu
alat pengumpulan data penilaian.
e. Tugas-tugas
yang diberikan mencerminkan bagian-bagian kehidupan nyata setiap hari.
f. Penilaian harus
menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian, bukan keluasannya (kuantitas).
Sedangkan karakteristik
penilaian autentik, adalah sebagai berikut:
a. Bisa digunakan
untuk formatif maupun sumatif, pencapaian kompetensi terhadap satu kompetensi
dasar (formatif) maupun pencapaian terhadap standar kompetensi atau kompetensi
inti dalam satu semester (sumatif).
b. Mengukur keterampilan
dan performansi, bukan mengingat fakta, menekankan pencapaian kompetensi
keterampilan (skill) dan kinerja (performance), bukan kompetensi yang sifatnya
hafalan dan ingatan.
c.
Berkesinambungan dan terintegrasi, merupakan satu kesatuan secara utuh sebagai
alat untuk mengumpulkan informasi terhadap pencapaian kompetensi siswa.
d. Dapat digunakan
sebagai feed back, dapat digunakan sebagai umpan balik terhadap pencapaian
kompetensi siswa secara komprehensif.
Berdasarkan ciri-ciri dan
karakteristik penilaian autentik di atas, maka proses penilaian harus merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran dan mencerminkan masalah
dunia nyata/sehari-hari. Sehingga dalam merancang penilaian autentik, perlu
memperhatikan prinsip-prinsip, sebagai berikut: penilaian harus menggunakan
berbagai ukuran, metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan
esensi pengalaman belajar; penilaian harus bersifat holistik mencakup semua aspek
dari tujuan pembelajaran (sikap, keterampilan dan pengetahuan).
PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
Penilaian
autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai
mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang
meliputi domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik
menilai kesiapan peserta didik, serta proses dan hasil belajar secara utuh.
Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan
menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu
menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring
(nurturant effect) dari pembelajaran.
Kimia
merupakan salah satu mata pelajaran yang ada pada struktur kurikulum 2013, oleh
sebab itu penilaian hasil belajar Kimia harus dikembangkan sesuai dengan konsep
penilaian Kurikulum 2013, yaitu penilaian autentik yang mencakup domain sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang harus dicapai peserta didik secara terpadu.
Penilaian autentik memiliki
relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam
pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. Penilaian autentik mampu
menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka
mengamati/mengobservasi, menanya, mencoba, menalar, membangun jejaring atau
mengomunikasikan. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks
atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi
mereka yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Penilaian
autentik disebut juga penilaian responsif, suatu metode untuk menilai proses
dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka
yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang
jenius. Penilaian autentik dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu seperti
seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses
dan hasil pembelajaran.
Implementasi penilaian
autentik didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut;
1. Proses penilaian harus
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran, bukan bagian
terpisah dari proses pembelajaran (apart of,not apart from instruction),
2. Penilaian harus
mencerminkan masalah dunia nyata (real world problems), bukan masalah dunia
sekolah (schoolwork-kind of problems),
3. Penilaian harus menggunakan
berbagai ukuran, metoda dan criteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi
pengalaman belajar,
4. Penilaian harus bersifat
holistic yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (sikap,
keterampilan, dan pengetahuan).
Hasil penilaian autentik dapat
digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial),
pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian
autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran
yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.
1. Penilaian
Sikap
Dalam Kurikulum 2013, kompetensi sikap meliputi sikap spiritual dan sikap
sosial. Penilaian kompetensi sikap dapat dilakukan melalui pengamatan
(observasi), jurnal, penilaian diri, atau penilaian antar teman.
Pengamatan dapat menggunakan lembar pengamatan dalam bentuk daftar cek atau skala
penilaian, dilakukan pada saat aktivitas pembelajaran berlangsung. Pengamatan
sikap dalam Kimia misalnya kerjasamadan santun dapat dilakukan pada kegiatan
kerja kelompok. Sedangkan pengamatan sikap disiplin, jujur, mampu membedakan
fakta dan opini, serta teliti dapat dilakukan saat melakukan percobaan
(eksperimen) Kimia.
Jurnal adalah catatan pendidik yang sistematis di dalam dan di luar kelas yang
berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik
berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal yang dibuat oleh guru dapat berisi
perilaku peserta didik baik yang positif maupun negatif, dilengkapi dengan
waktu terjadinya perilaku tersebut. Jurnal dapat memuat penilaian terhadap
peserta didik pada aspek tertentu secara kronologis.
Contoh jurnal yang dibuat oleh
guru Kimia kelas X:
No
|
Waktu
|
Nama Peserta Didik
|
Kejadian / Perilaku
|
Tindak lanjut
|
1
|
Selasa,
25 Maret 2014
Pkl. 08.15
|
A
|
Melaporkan bahwa dia
memecahkan gelas kimia pada waktu praktik di laboratorium
|
Diberikan apresiasi karena
kejujurannya
|
2
|
Rabu,
26 Maret 2014
Pkl. 10.10
|
BI
|
Meninggalkan laboratorium
setelah praktikum, tanpa membersihkan meja dan alat-alat yang sudah digunakan
|
Dipanggil untuk membersihkan
meja praktikum dan alat- alat yang sudah digunakan, serta diberi pembinaan
|
2. Penilaian
Pengetahuan
Kompetensi siswa
pada aspek pengetahuan dapat diukur melalui tes dan nontes. Bentuk tes yang
digunakan antara lain adalah tes tertulis (uraian, pilihan ganda, isian, benar
salah, dll), tes lisan, dan/atau tes praktik. Sedangkan, bentuk nontes dapat
dilakukan melalui tugas-tugas yang diberikan, baik tugas menjawab soal, atau
tugas membuat laporan tertulis.
Tes Tertulis
Penilaian tertulis
atas hasil pembelajaran kimia tetap lazim dilakukan. Tes tertulis dapat berupa
memilih atau mengisi jawaban. . Memilih jawaban dapat berbentuk pilihan ganda,
pilihan benar-salah, ya-tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Mengisi jawaban terdiri
atas isian/ melengkapi, jawaban singkat/ pendek, dan uraian. Butir soal yang
disusun harus memenuhi kaidah penulisan butir soal yang meliputi
substansi/materi, konstruksi, dan bahasa.
Tes tertulis
berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami,
mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan
sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian
sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap,
keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pada tes tertulis berbentuk
uraian, hendaknya guru Kimia memberi kesempatan peserta didik untuk memberikan
jawabannya sendiri yang berbeda dengan teman-temannya, namun tetap terbuka
memperoleh nilai yang sama. Tes tertulis berbentuk uraian pada mata pelajaran
Kimia biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka
(extended-response) atau jawaban terbatas (restricted-response). Hal ini sangat
tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini memberi
kesempatan pada pendidik untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik pada
tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks.
Tes Lisan
Tes lisan dalam pembelajaran
kimia adalah tes yang menuntut peserta didik memberikan jawaban secara lisan.
Meskipun jawabannya secara lisan bukan berarti bahwa pertanyaan yang diajukan
hanya menyangkut tingkat berpikir rendah (low order thinking), tetapi dapat
juga diajukan pertanyaan yang menuntut penalaran dan berpikir kritis. Oleh
karena itu dalam melaksanakan tes lisan, guru Kimia perlu menyiapkan daftar
pertanyaan yang disampaikan melalui tanya jawab secara langsung dengan peserta
didik. Kriteria tes lisan dalam pembelajaran kimia adalah sebagai berikut:
- Tes lisan dapat digunakan jika sesuai dengan kompetensi pada taraf pengetahuan yang hendak dinilai;
- Pertanyaan tidak boleh keluar dari bahan ajar yang ada;
- Pertanyaan diharapkan dapat mendorong peserta didik dalam mengkontruksi jawabannya sendiri;
- Disusun dari pertanyaan yang sederhana ke pertanyaan yang komplek.
Contoh pertanyaan pada tes
lisan:
a. Bagaimana cara memberi nama senyawa hidrokarbon?
b. Senyawa apa yang terbentuk pada reaksi pembakaran hidro karbon
Penugasan
Instrumen penugasan dapat
berupa pekerjaan rumah dan/atau proyek yang harus dikerjakan oleh peserta
didik, baik secara individu atau kelompok, sesuai dengan karakteristik tugas.
Contoh tugas Kimia:”Membuat bahan presentasi mengenai bahan bakar alternatif
selain minyak bumi dan gas alam”.
3. Penilaian Keterampilan
Ada dua ranah
keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi lulusan tingkat
SMA yang diharapkan, yaitu ranah abstrak dan ranah konkret. Pada ranah abstrak
cenderung pada keterampilan seperti menyaji,
mengolah, menalar, dan mencipta dengan dominan pada kemampuan mental (berpikir)
tanpa bantuan alat. Sedangkan untuk ranah konkret cenderung pada kemampuan
fisik seperti menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi, dan mencipta
dengan bantuan alat. Penilaian aspek keterampilan dapat dilakukan melalui tes
praktik, proyek, atau portofolio.
Tes Praktik
Tes praktik dilakukan dengan
mengamati kegiatan peserta didik pada waktu melakukan praktik Kimia. Dalam tes
praktik perlu dibuat rubrik penilaian, yaitu daftar kriteria yang menunjukkan
kinerja dan aspek-aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai, dan gradasi mutu.
Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta
didik melakukan praktik di laboratorium, misalnya praktik mengenai “Daya hantar
listrik pada berbagai larutan”.
Contoh rubrik penilaiannya
sebagai berikut:
NO
|
ASPEK
YANG DINILAI
|
PENILAIAN
|
||
1
|
2
|
3
|
||
1
|
Merangkai alat
|
Rangkaian alat tidak benar
|
Rangkaian alat benar, tapi
tidak rapi
|
Rangkaian alat benar dan
rapi
|
2
|
Pengamatan
|
Pengamatan tidak cermat
|
Pengamatan cermat tetapi
mengandung interpretasi
|
Pengamatan cermat dan tidak
mengandung interpretasi
|
3
|
Data yang diperoleh
|
Data tidak lengkap
|
Data lengkap, tetapi tidak
terorganisir atau ada yang salah tulis
|
Data lengkap, terorganisir,
dan ditulis dengan benar
|
4
|
Kesimpulan
|
Tidak benar atau tidak
sesuai tujuan
|
Sebagian kesimpulan ada yang
salah atau tidak sesuai tujuan
|
Semua benar atau sesuai
tujuan
|
Penilaian Proyek
Penilaian
proyek (project based assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas
yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu.
Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta
didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan,
analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek dapat mengukur
pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain.
Selama
mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan
untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada
setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian
khusus dari pendidik.
a)
Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data,
mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan
menulis laporan.
b)
Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik.
c) Keaslian
sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.
Penilaian
proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan dan hasil proyek. Dalam kaitan ini
kegiatan yang harus dilakukan oleh pendidik meliputi penyusunan rancangan dan
instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan.
Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus.
Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk
hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian secara analitik merujuk
pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu.
Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan
atas produk yang dihasilkan.Contoh tugas proyek Kimia: “Membuat bahan bakar
alternatif Naskah Pembelajaran Kimia selain minyak bumi dan gas alam dari
bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar peserta didik”.
Penilaian Portofolio
Penilaian
portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan
informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu
periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari
proses pembelajaran yang dianggap terbaik, atau informasi lain yang relevan
dengan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dituntut oleh topik mata
pelajaran Kimia. Fokus penilaian portofolio adalah kumpulan karya peserta didik
secara individu atau kelompok pada satu periode pembelajaran tertentu.
Penilaian terutama dilakukan oleh pendidik, meski dapat juga oleh peserta didik
sendiri.
Melalui
penilaian portofolio guru Kimia akan mengetahui perkembangan atau kemajuan
belajar peserta didik. Misalnya, hasil karya peserta didik dalam menyusun atau
membuat laporan praktikum Kimia selama satu semester.. Atas dasar penilaian
itu, pendidik dan/atau peserta didik dapat melakukan perbaikan sesuai dengan
tuntutan pembelajaran Kimia.
Penilaian portofolio dilakukan
dengan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini.
a) Pendidik
menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio.
b) Pendidik
atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat.
c) Peserta
didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di bawah bimbingan pendidik
menyusun portofolio pembelajaran.
d) Pendidik
menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yang sesuai,
disertai catatan tanggal pengumpulannya.
e) Pendidik
menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu.
f)
Jika memungkinkan, pendidik bersama peserta didik membahas bersama dokumen
portofolio yang dihasilkan.
g) Pendidik
memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.
Contoh penilaian portofolio :
1. Ruang lingkup :
a) Karya
portofolio yang dikumpulkan adalah seluruh hasil laporan praktikum Kimia kelas
X semester 2
b) Setiap
laporan hasil praktikum dikumpulkan selambat-lambatnya satu minggu setelah
peserta didik melaksanakan praktikum.
c) Penilaian
karya portofolio terpilih dilaksanakan satu minggu sebelum Ulangan Akhir
Semester 2
2. Uraian tugas portofolio :
a) Buatlah
laporan praktikum Kimia untuk seluruh kegiatan praktikum selama semester 2.
b) Penilaian
laporan praktikum meliputi: persiapan, pelaksanaan, dan hasil praktik.
c) Pilihlah
(peserta didik bersama guru) tiga karya portofolio terbaik untuk dinilai.
PERMASALAHAN
Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara
signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuan. Bentuk penilaian otentik yaitu dapat berbentuk: Tes
lisan, penilaian kinerja kelompok, penilaian kinerja individual, wawancara,
observasi, portofolio, proyek, dan pameran.
1. Dari
semua bentuk penilaian otentik yang ada, penilaian otentik manakah yang paling baik
dalam menilai semua hasil belajar peserta didik baik untuk ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuan ? Berikan alasanmu!
2. Terdapat
berbagai macam bentuk penilaian otentik yang harus digunakan pendidik untuk
menilai kinerja atau hasil kerja siswa. Apakah dalam setiap materi harus
dilakukan semua bentuk penilaian tersebut?

Menjawab permasalahan nomor 2, yang dinamakan penilaian autentik itu dalam pembelajaran Kurikulum 2013 adalah penilaian yang mengukur tiga aspek seperti aspek sikap, keterampilan dan pengetahuan. Dan setiap penilaian itu bersifat tidak persis antara siswa yang satu dengan siswa lainnya. Jadi setiap proses pembelajaran di setiap materinya saat ini dituntut menilai melalui penilaian autentik. Penilaian autentik dalam bidang sikap terdiri dari penilaian observasi, penilaian jurnal, penilaian dari diri sendiri, penilaian antar peserta didik. Lalu penilaian Keterampilan berdasarkan penilaian tugas proyek, penilaian produk, penilaian portofolio. Untuk penilaian pengetahuan terdiri dari tes tertulis dan tes lisan. Jadi menurut saya, seharusnya penilaian itu harus disesuaikan dengan KI, KD, dan Indikator dari setiap materi tersebut. Untuk suau bab Materi Kimia selalu menerapkan ketiga aspek tersebut. Namun untuk tugasnya disetiap aspek itu disesuaikan dengan KI, KD, dan Indikator. Misal untuk Materi struktur atom dan tabel periodik tidak ada percobaannya jadi dari mana menilai aspek keterampilannya, jadi bisa menilai dari pembuatan tugas membuat tabel periodik. Dan penilaian itu semua telah tertuang dalam silabus kimia jadi kita tinggal mengembangkan penilaian seperti apa yang reliabel dan valid untuk menilainya. Namun beda lagi jika yang ditanyakan adalah penialaian tersebut di setiap pertemuan, jawabannya adalah tergantung indikator materi yang disampaikan pada hari itu apabila hanya indikator aspek pengetahuan dan sikap namun tidak ada keterampilan maka keterampilan bisa dinilai dipertemuan berikutnya yang indikatornya menjabarkan aspek keterampilan. Jadi intinya disesuaikam dengan KI, KD dan Indikator yang diajarkan disetiap pertemuannya.
ReplyDeleteSaya sependapat dengan Rifany, tentang "Terdapat berbagai macam bentuk penilaian otentik yang harus digunakan pendidik untuk menilai kinerja atau hasil kerja siswa. Apakah dalam setiap materi harus dilakukan semua bentuk penilaian tersebut?
DeleteIya, dengan catatan disesuaikan dengan disesuaikan dengan KI, KD, dan Indikator dari setiap materi kimia yg diajarkan, Untuk suatu bab Materi Kimia selalu menerapkan ketiga aspek tersebut(kognitif, afektif dan psikomotor). Namun untuk tugasnya disetiap aspek itu disesuaikan dengan KI, KD, dan Indikator yg ingin dicapai.
menjawab permasalahan pertama, penilaian autentik manakah yang paling baik dalam menilai semua hasil belajar peserta didik baik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan ? Berikan alasanmu!
ReplyDeleteBahwa semua jenis/bentuk penilaian autentik adalah baik karena sebagaimana didefenisikan bahwa penilaian autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, pengujian, atau evaluasi. Istilah autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid, atau reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekali pun. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. Jadi, penilaian autentik yang baik adalah penilaian yang dirancang dan disesuaikan dengan kompetensi dasar / materi pembelajaran sehingga semua aspek tagihan bagi peserta didik terpenuhi.
saya sependapat dengan kk nelly bahwasannya semua jenis penilaian autentik baik dalam menilai semua hasil belajar siswa dari ketiga aspek yaitu sikap, keterampilan dan pengetahuan karena dalam mengukur suatu ketercapaian proses pembelajaran dapat dilakukan dengan penilaian otentik.Tujuan penilaian otentik adalah untuk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi di dunia nyata, di mana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan.. Penilaian otentik juga dapat digunakan untuk menjamin informasi yang sebenar-benarnya tentang kemampuan atau kompetensi peserta didik.
Deletemenjawab permasalahan pertama, menurut saya penilaian yang paling baik dilakukan sesuai dengan karakteristik materi dan pembelajaran. untuk kognitif lebih baik diarahkan kepada soal tertulis, untuk psikomotor diarahkan ke lembar observasi kinerja dan portofolio, untuk afektif bisa mengikuti model pembelajaran yang digunakan biasanya menggunakan lembar observasi
ReplyDeletesaya akan mencoba menjawab pertanyaan melda yakni, Dari semua bentuk penilaian otentik yang ada, penilaian otentik manakah yang paling baik dalam menilai semua hasil belajar peserta didik baik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan ? Berikan alasanmu!
ReplyDeletemenurut saya tidak ada penilaian otentik yang paling baik dalam menilai senua hasil belajar, namun yang ada hanya penilaian yang tingkat kepercayaan hasilnya cukup tinggi yakni portofolio dan projek. kedua jenis penilaian ini bukanhanya bisa menilai aspek afektif dan psikomotor tetapi juga aspek kognitif (jika dilakukan di sekolah langsung). kognitif bisa dinilai dengan menggunakan tes tertulis diakhir pembelajaran. sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran afektif dan psikomotor dapat berjalan beriringan. namun perlu diingat, bahwa akan lebih baik jika perencanaan proses pembelajaran matang dan dalam pelaksanaannya lancar (gurunya cekatan, kreatif, teliti dan responsif) sehingga hasilnya maksimal.
Saya sependapat dengan saudara rini, idak ada penilaian otentik yang paling baik dalam menilai senua hasil belajar, namun yang ada hanya penilaian yang tingkat kepercayaan hasilnya cukup tinggi yakni portofolio dan projek.
DeletePenilaian portofolio bertujuan sebagai alat formatif dan sumatif. Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi pembelajaran mereka sendiri. Penilaian portofolio ditujukan juga untuk penilaian sumatif pada akhir semester atau akhir tahun pelajaran. Hasil penilaian portofolio sebagai alat sumatif ini dapat digunakan untuk mengisi angka rapor peserta didik, yang menunjukkan prestasi peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
saya setuju dengan kk rini dan kk rahmah yaitu penilaian kinerja, portofolio, dan penilaian proyek. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. Rubrik adalah daftar kriteria yang menunjukkan kinerja, aspek-aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai, dan gradasi mutu, mulai dari tingkat yang paling sempurna sampai yang paling buruk.Rubrik kunci adalah rubrik sederhana berisi seperangkat kriteria yang menunjukkan indikator esensial paling penting yang dapat menggambarkan capaian kompetensi peserta didik.
DeleteMenurut saya dalam penilaiam otentik itu sudah menjadi satu kesatuan paket lengkap di antaranya kognitif afektif dan psikomotor. Jadi jika salah satu tidak dilakukan maka penilaian otentik belum selesai. Jadi smua bentuk penilaian otentik adalah sangat baik karena mareka merupaka suatu rangkaian yg harus di lakukan guru selama proses penilaian.
ReplyDeletemenurut saya untuk menjawab pertanyaan kedua tentang Apakah dalam setiap materi harus dilakukan semua bentuk penilaian, menurut saya ya harus dilakukan karena dalam setiap materi penilaian otentik semua aspek baik itu sikap, pengetahuan, dan keterampilan harus dinilai proses pembelajaran karena peserta didik akan melakukan ketiga aspek kemampuan tersebut maka haruslah dilakukan penilaiannya. walaupun dalam suatu materi tersebut tidak dilakukan praktikum, penilaian keterampilan siswa tidak hanya dilakukan saat melaksanakan hal tersebut saja tetapi juga dapat dinilai saat mempelajari materi yang bersifat teoritis seperti terampil dalam berargumentasi, terampil dalam menghitung data,dll. tentu karena menurut saya dalam suatu
ReplyDeletesaya setuju dengan pendapat fira dimana semua aspek harus dinilai pada materi apapun. dan untuk pertanyaan pertama mana yang lebih baik bentuk penilaian otentiknya itu disesuaikan pada apa yang ingin dicapai. jika memang pada aspek kognitif nya hanya di butuhkan penilaian lisan ya dibuat tes lisan saja.
DeleteApakah dalam setiap materi harus dilakukan semua bentuk penilaian, menurut saya ya harus dilakukan karena dalam setiap materi penilaian otentik semua aspek baik itu sikap, pengetahuan, dan keterampilan harus dinilai proses pembelajaran karena peserta didik akan melakukan ketiga aspek kemampuan tersebut maka haruslah dilakukan penilaiannya. Namun hasil akhirnya tidak bisa digabung. Bentuk penilaian yang dijalankan tetaplah sesuai dengan apa yang ingin diukur masing-masing aspek.
ReplyDeleteUntuk penilaian menurut saya semua aspek baik untuk dinilai, kalau untuk menentukan mana penilaian yang paling baik ini dilihat dari apa tujuan pembelajaran yang akan kita capai. Penilaian yang baik adalah penilaian yang valid.
ReplyDelete